Tips dan Trik Mengembangkan Multimedia Interaktif
12 NOV 2011
- 09:29 by YUDI HARYANTO
- 09:29 by YUDI HARYANTO
Apa saja 7 langkah mudah mengembangkan multimedia pembelajaran itu?
Penjelasan lengkap ada di bawah.
Susun alur cerita atau storyboard yang
memberi gambaran seperti apa materi ajar akan disampaikan. Jangan
beranggapan bahwa storyboard itu hal yang susah, bahkan
point-point saja asalkan bisa memberi desain besar bagaimana materi
diajarkan sudah lebih dari cukup. Cara membuatnya juga cukup dengan
software pengolah kata maupun spreadsheet yang kita kuasai, tidak
perlu muluk-muluk menggunakan aplikasi pembuat storyboard
professional.
Jangan menunda atau mengulur waktu lagi, buat
sekarang juga! Siapkan Openoffice Impress atau Microsoft
PowerPoint anda. Mulai buat slide pertama, isikan bahan ajar yang
ingin anda multimedia-kan. Terus masukkan bahan ajar anda di slide slide
berikutnya, mulai mainkan image, link dengan gambar, suara dan video
yang bisa kita peroleh dengan gampang di Internet. Bisa juga
memanfaatkan situs howstuffworks.com
untuk mencari ide
Jangan lupa juga bahwa banyak pemenang-pemenang lomba pengembangan
multimedia pembelajaran yang hanya bermodal Openoffice Impress
atau PowerPoint sudah cukup membuat karya yang berkualitas
tinggi. Gambar disamping saya ambil dari karya pak Teopilus Malatuni,
guru SMAN 1 Kaimana Papua Barat yang dibuat dengan tool sederhana, bisa
mendapatkan skor
signifikan di lomba dikmenum tahun 2007. Kuncinya adalah tekun,
sabar dan pantang menyerah. Tidak ada ilmu pengetahuan yang bisa didapat
secara instan, semua melewati proses panjang.
Terapkan metode ATM (Amati, Tiru dan
Modifikasi). Usahakan sering melihat contoh-contoh yang sudah ada
untuk membangkitkan ide. Gunakan logo, icon dan image yang tersedia
secara default. Apabila masih kurang puas:
Saya berikan contoh bagaimana pak Joko
Triyono, guru kesenian dari SMA prembun berdjoeang sampai akhirnya
menikmati banyak penghargaan di berbagai event. Saya ingat benar karya
pertama beliau tahun 2005 berformat HTML, masih polos sekali, bahkan
beberapa halaman error karena salah link. Kemudian beliau belajar dari
awal menggunakan software presentasi dan akhirnya tahun 2007 beliau
berhasil menghasilkan produk yang sudah siap jual dalam tema Musik
Gamelan. Beliau rekam satu persatu puluhan peralatan gamelan jawa,
dan dimasukkan ke multimedia pembelajaran yang beliau
buat. Dahsyatnya kita bisa nanggap wayang tanpa gamelan dan
gending asli, cukup dengan software itu saja, asal dimainkan banyak
orang dengan masing-masing memilih satu jenis gamelan.
1. TENTUKAN JENIS MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Perhatikan dengan benar, yang akan kita buat itu
apakah alat bantu kita untuk mengajar (presentasi) ke siswa atau kita
arahkan untuk bisa dibawa pulang siswa alias untuk belajar mandiri di
rumah atau sekolah. Jenis multimedia pembelajaran menurut kegunannya ada
dua:
-
Multimedia Presentasi Pembelajaran: Alat bantu guru dalam proses pembelajaran di kelas dan tidak menggantikan guru secara keseluruhan. Berupa pointer-pointer materi yang disajikan (explicit knowledge) dan bisa saja ditambahi dengan multimedia linear berupa film dan video untuk memperkuat pemahaman siswa. Dapat dikembangkan dengan software presentasi seperti: OpenOffice Impress, Microsoft PowerPoint, dsb.
-
Multimedia Pembelajaran Mandiri: Software pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri alias tanpa bantuan guru. Multimedia pembelajaran mandiri harus dapat memadukan explicit knowledge (pengetahuan tertulis yang ada di buku, artikel, dsb) dan tacit knowledge (know how, rule of thumb, pengalaman guru). Tentu karena menggantikan guru, harus ada fitur assesment untuk latihan, ujian dan simulasi termasuk tahapan pemecahan masalahnya. Untuk level yang kompleks dapat menggunakan software semacam Macromedia Authorware atau Adobe Flash. Sayangnya saya masih belum bisa nemukan yang selevel dengan itu untuk opensource-nya. Kita juga bisa menggunakan software yang mudah seperti OpenOffice Impress atau Microsoft PowerPoint, asal kita mau jeli dan cerdas memanfaatkan berbagai efek animasi dan fitur yang ada di kedua software terebut.
2. TENTUKAN TEMA MATERI AJAR
Ambil tema bahan ajar yang menurut kita sangat
membantu meningkatkan pemahaman ke siswa dan menarik bila kita gunakan
multimedia. Ingat bahwa tujuan utama kita membuat multimedia
pembelajaran adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa. Jangan terjebak
ke memindahkan buku ke media digital, karena ini malah mempersulit
siswa. Ketika guru biologi ingin menggambarkan sebuah jenis tumbuhan
supaya bisa dipahami siswa, dan itu sulit ternyata dilakukan (karena
guru tidak bisa nggambar di komputer, dsb), maka ya jangan dilakukan
Alangkah lebih baik apabila pohon tersebut dibawa saja langsung ke
depan kelas. Ini salah satu contoh bagaimana media pembelajaran itu
sebenarnya tidak harus dengan teknologi informasi. Dalam sertifikasi
guru, pemanfaatan media pembelajaran seperti pohon itu, atau kecoak
dikeringkan, dsb tetap mendapatkan poin penilaian yang signifikan.
3. SUSUN ALUR CERITA (STORYBOARD)
Susun alur cerita atau storyboard yang
memberi gambaran seperti apa materi ajar akan disampaikan. Jangan
beranggapan bahwa storyboard itu hal yang susah, bahkan
point-point saja asalkan bisa memberi desain besar bagaimana materi
diajarkan sudah lebih dari cukup. Cara membuatnya juga cukup dengan
software pengolah kata maupun spreadsheet yang kita kuasai, tidak
perlu muluk-muluk menggunakan aplikasi pembuat storyboard
professional.
4. MULAI BUAT SEKARANG JUGA!
Jangan menunda atau mengulur waktu lagi, buat
sekarang juga! Siapkan Openoffice Impress atau Microsoft
PowerPoint anda. Mulai buat slide pertama, isikan bahan ajar yang
ingin anda multimedia-kan. Terus masukkan bahan ajar anda di slide slide
berikutnya, mulai mainkan image, link dengan gambar, suara dan video
yang bisa kita peroleh dengan gampang di Internet. Bisa juga
memanfaatkan situs howstuffworks.com
untuk mencari ide
5. GUNAKAN TEKNIK ATM
Terapkan metode ATM (Amati, Tiru dan
Modifikasi). Usahakan sering melihat contoh-contoh yang sudah ada
untuk membangkitkan ide. Gunakan logo, icon dan image yang tersedia
secara default. Apabila masih kurang puas:-
Cari dari berbagai sumber
-
Buat sendiri apabila mampu
Saya berikan contoh bagaimana perdjoeangan mas Heru
Suseno, guru fisika dari SMA Negeri 2 Madiun. Mas Heru ini dengan
seriusnya menerapkan ATM dengan mencoba meniru tampilan Microsoft
Encarta di tahun 2006. Tahun
2007 beliau sudah berhasil memperbaiki dan memodifikasi karya untuk
selevel Encarta, tapi sudah tidak nyontek Encarta lagi 
6. TETAPKAN TARGET
Jaga keseriusan proses belajar dengan membuat target
pribadi, misalnya untuk mengikuti lomba, memenangkan award,
menyiapkan produk untuk dijual, atau deadline jadwal mengajar di kelas.
Target perlu supaya proses belajar membuat multimedia pembelajaran
terjaga dan bisa berjalan secara kontinyu alias tidak putus di tengah
jalan. Untuk lomba dan award, paling tidak di Indonesia ada berbagai
event nasional yang bisa kita jadikan target. Balai pengembangan
multimedia dan dinas pendidikan nasional di berbagai daerah saat ini
saya lihat mulai marak menyelenggarakan berbagai event lomba di tingkat
lokal.
-
Teacher Innovation (Microsoft): Sekitar Mei
-
Lomba Pembuatan Multimedia Pembelajaran (Dikmenum): Sekitar Oktober
-
eLearning Award (Pustekkom): Sekitar September
-
Game Technology Competition (BPKLN): Setahun 3-4 kali di berbagai universitas
-
dsb
7. INGAT TERUS TIGA RESEP DARI SUCCESS
STORY
Dari pengalaman menjadi juri
lomba di berbagai event,
saya lihat kesuksesan bapak ibu guru dalam mengembangkan multimedia
pembelajaran bukan dari kelengkapan infrastruktur atau berlimpahnya
budget yang dimiliki, tapi justru dari ketiga hal ini:
- Berani mencoba dan mencoba lagi
- Belajar mandiri (otodidak) dari buku-buku yang ada (perlu investasi membeli buku)
- Tekun dan tidak menyerah meskipun peralatan terbatas
Saya berikan contoh bagaimana pak Joko
Triyono, guru kesenian dari SMA prembun berdjoeang sampai akhirnya
menikmati banyak penghargaan di berbagai event. Saya ingat benar karya
pertama beliau tahun 2005 berformat HTML, masih polos sekali, bahkan
beberapa halaman error karena salah link. Kemudian beliau belajar dari
awal menggunakan software presentasi dan akhirnya tahun 2007 beliau
berhasil menghasilkan produk yang sudah siap jual dalam tema Musik
Gamelan. Beliau rekam satu persatu puluhan peralatan gamelan jawa,
dan dimasukkan ke multimedia pembelajaran yang beliau
buat. Dahsyatnya kita bisa nanggap wayang tanpa gamelan dan
gending asli, cukup dengan software itu saja, asal dimainkan banyak
orang dengan masing-masing memilih satu jenis gamelan.
Tentu tidak ada kata mudah dalam berdjoeang, paling
tidak 7 hal diatas adalah langkah yang cukup mudah ditempuh dan pada
kenyataannya banyak yang berhasil berkarya karena tekun dan pantang
menyerah mengulang-ulang 7 hal itu.
disunting dari Romi Satria Wahono
- sumber: wikipedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Wanita bijak seperti angsa diatas air. Anggun namun tetap bekerja. Tetap tegar meski terluka.